Aprikot yang bernama
latin prunus armeniaka atau lebih akrab disebut aplum Armenia adalah buah purba
yang hingga kini asal usulnya masih diperdebatkan buah ini mungkin agak asing
ditelinga kita, padahal sebenarnya sudah lama masuk oasar di Indonesia meskipun
dengan jumblah yang sangat terbatas.
Pohon aprikot dewasa
rata-rata batang utamanya berdiameter 30 cm dengan tinggi 5-8 m kulit batangnya
cukup tebal sehingga mampu bertahan terhadap musim dinginn yang ekstrim. Dahan
dan ranting pohon aprikot sangat kokoh dan padat. Daunya berbentuk bualat
seperti telur. Bunganya berdiameter 2-4,5 cm dengan kelopak bunga berwarna
putih kemerahan. Beat buah matang rata-rata sampai 20-70 gram, menggandul di
dahan-dahan atas mendekati ranting (seperti tanaman apel) dan berbuah pada
bulan mei dan agustus (di amerika selatan dan Negara-negara lain biasanya
berbuah dalam rentang bulan tersebut).
Para ilmuan yakin bahwa
aprikot berasal dari dataran cina bagian utara dan barat, daerah xinjiang yang
dikenal dengan nama buah xing. Tapi orang arab lah yang memperkenalkan buah ini
ke ngara-negara timur tengah, bahkan menyebar sampai ke benua eropa dan afrika
melaui jalur perdagangan sutra berkat pedagang cina.
Pengobatan kanker dengan
memanfaatkan fungsi vitamin B-17 yang secara aktif bisa merusak sel kanker.
Pengobatan kanker ini sangat popular di Malaysia. Dan rata-rata dibeberapa
pusat pengobatan alternative menjualnya dusertai dosis dan cara pemakaiannya
yang disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker.
Dr. Ernst T krebs jr,
yang melakukan penelitian pada tahun 1950an. Dokter tersebut memang cukup
fenomena dimasanya karana berhasil menyambuhkan seorang wanita dari kanker
payudara berkat sarannya untuk memakan biji buah aprikot 10-12 biji setiap
hari. Jauh sebelum apa yang dilakukan oleh dokter tersebut, yakni sejak ribuan
tahun silam suku hunza telah mengonsumsi buah dan biji aprikot hampir setiap
hari, dan hasilnya mereka dapat berumur panjang rata-rata mencapai 120an tahun.
Berikut ini prosedur
treatment sederhana yang lazim diterapkan di Malaysia untuk mencegah kanker,
dengan pembabakan waktu yang sangat teratur per hari. Diawali dengan memakan
sepotong buah betik atu nanas. Lalu 15-30 menit kemudian, barulah minumlah
15-20biji aprikot yang di blender denga setengah buah apel ditambah 2 gelas air
mineral tanpa gula. Jus tersebut diminum sekitar pukul 4 pagi. Waktu ini
dipercaya sebagai waktu yang paling lemah bagi system pertahanan sel kanker.
Lalu teknik serupa dilakukan pada sekitar jam 8 pagi, 12 siang, 4 sore, 8
malam, dan tengah malam. Sedangkan yang telah didiagnosis mengidap kanker atau
yang telah menjalani kemoterapi, jumlah biji aprikot yang harus dimakan harus
lebih dari 20 biji hingga mencapai 300 biji. Tergantung tingkat stadium pasien.
Rasa pahit dari biji aprikot juga boleh disamarkan dengan mencampurkan sedikit
madu asli. Sedangkan cara mengkonsumsinya sama dengan yang dilakukan dalam mencegh kanker. Efek samping yang
ditumbulkan relative sama, yakni merasa pusing bahkan hingga berhalusinasi,
jika hal tersebut dirasakan oleh pasien, maka jumblah biji aprikot harus
dikurangi.
Aneka produk herbal
ekstrak biji aprikot :
- Minyak aprikot
- JK kolagen aprikot seed, jus campuran dari biji aprikot maqui berry dan kolagen laut.
- Aprikot kernels
- Aprikot kering tatco
- Scrub wajah berbahan aprikot
- Himalaya herbal scrub
Sumber: Lingga
H.2014.biji aprikot harapan baru
penderita kanker.Yogyakarta:penerbit revive.






0 comments:
Post a Comment